Diarsipkan di bawah: SMS sederhana | Tag: berniat kejam, BLACK ID, Kartu Tanda Penduduk KHUSUS bagi koruptor, maling
Dulu semasa soekarno berkuasa, ada trend bahwa seorang atau organisasi yang berbau barat, haram hukumnya.. hingga tidak sedikit orang bahkan masyarakat yang di asingkan oleh masyarakat yang lebih luas…
Era soeharto lebih ganas lagi..
Siapa yang di anggap mempunyai cara berpikir haluan kiri, komunis atau haluan kanan/islam garis keras, kala itu dibungkam semua hak-haknya, hingga untuk pergi mandi di kali kumuh aja susah, kerja dengan usaha sendiri juga susah..
Di era reformasi..
Siapa yang membela nama soeharto, akan di tertawakan dengan sinis, walau sekarang sudah tidak mempan lagi..
Dari warisan penghakiman nama/identitas oleh rezim di atas, pastilah yang masih terasa sangat melekat hingga sekarang adalah PKI/komunis.
Walau sebuah ideologi tidak bisa di baca oleh kasat mata, tetapi kecerdikan soeharto kala itu sangat menentukan seorang /kelompok tersebut pantas hidup atau mati.
Artinya, enyah saja dari indonesia kalau membahas bahkan senyum ala komunis sekalipun..
Di era sekarangpun masih banyak kasus-kasus penghakiman identitas, baik lingkup keluarga, desa,kelompok/organisasi,dan bermasyarakat/berbangsa.
contoh kecil,
Seorang anak yang di usir dan dilarang diterima di semua sanak saudara hanya karena menentang prinsip keningratan.
contoh lain,
Sebuah keluarga di asingkan dan semua tempat ibadah di hancurkan, hanya karena dianggap menjalankan ajaran yang berbeda dengan lainya.
Padahal kita semua tahu, bahwa “anggap”adalah satu kata yang belum bisa dijamah kebenaran sejatinya, tapi dengan ketok palu sang penguasa, semua bisa menjadi penentu nasib.
Marilah kita bertanya dalam hati nurani…
Benarkah si fulan harus mati hanya karena beragama non NU,MD,KATOLIK,DLL, yang cukup Berbeda dengan agama yang selama ini sudah ada…?
Benarkah si bejo harus mati karena menjalankan organinsasi yang tidak di sepakati banyak orang…?
Benarkah si ningsih harus pergi ke hutan, dan biarkan di makan macan, hanya karena dia eks gerwani…?
Maka, formula pertanyaan tersebut sangat kurang tepat kalau kita cerna sebagai manusia yang berakal, atau kita/semua masyarakat indonesia ini sangat banyak yang tidak berakal…
Di sini saya, hanya mencoba mengungkapkan perasaan bahwa, sangat sadis penghakiman terhadap identitas seseorang, palagi di dasari dengan kesombongan yang membara..
“Kebenaran hanya milik TUHAN”, kalimat firman tersebut sangatlah pas buat kita renungkan…
Tetapi saya sangat setuju kalau penghakiman tersebut sekarang dan deterusnya di berikan kepada para koruptor, karena dampak serta akibat yang di timbulkan oleh para koruptor sangat berbahaya bagi sesama..
Ibarat maling, tetapi sangatlah senior..
Kenapa pemerintah sekarang tidak mampu memberi kesan serta trend negatif kepada koruptor, yah setidaknya semua keluarga satu generasi di pasung semua kegiatan sosialnya, semua tindakanya akan menjadi kesan yang negatif di masyarakat..
Bukan berniat kejam, karena dengan hukuman yang di dasarkan UU, selama ini sangatlah mudah untuk di cari celah hukumnya.
Jadi mungkin kalau di hukum secara sosial dengan BLACK ID, generasi selanjutnya akan berpikir dua kali unutk korup.
Bisa jadi kalau semua masyarakat khususnya penguasa saat ini memberlakukan KTP bertanda khusus unutk semua keluarga koruptor, pastilah sangat signifikan hasil dari pemberantasan korupsi..
Hingga KPK sendiri tidak pusing-pusing dan sungkan untu melakukan tugasnya…
Bagaimana pak penguasa/presiden/pemimpin neggeri ini..
Bisakah ada pembuatan Kartu Tanda Penduduk KHUSUS bagi koruptor dan keluarganyua…..
Kita tunggu aja….
1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
ketok palu identitas
Komentar oleh wirro Februari 23, 2008 @ 9:14 pm